Sabtu, 08 September 2012

Penyebab dan Faktor Pendorong Terjadinya Perubahan Sosial Budaya


Pada dasarnya perubahan – perubahan social terjadi, oleh karena anggota masyarakat pada waktu tertentu merasa tidak puas lagi terhadap keadaan kehidupannya yang lama. Ada tiga factor penyebab utama dalam perubahan social, yaitu penimbunan (akumulasi) kebudayaan dan penemuan baru, perubahan jumblah penduduk dan pertentangan atau konflik.
a.       Penimbunan kebudayaan dan penemuan baru
Timbunan kebudayaan merupakan factor penyebab perubahan social yang mementingkan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat senantiasa terjadi. Sedangkan penimbunana yaitu suatu kebudayaan yang semakin lama semakin beragam dan bertambah secara akumulatif. Bertimbunnya kebudayaan ini oleh Karena adanya penemuan baru dari anggota masyarakat pada umumnya.
Menurut Koentjaraningrat, factor-faktor yang mendorong individu untuk mencari penemuan baru adalah sebagai berikut :
● kesadaran dari orang perorangan akan kekurangan dalam kebudayaannya.
● kualitas dari ahli-ahli dalam suatu kebudayaan
● perangsang bagi aktivitas – aktivitas penciptaan dalam masyarakat.
Terjadi juga pada situasi masyarakat yang tergolong fanatik terhadap kebudayaan-kebudayaan lama yang tidak mudah dihilangkan. Tetapi dengan adanya kebudayaan baru, maka terjadi benturan-benturan kebudayaan, jika kebudayaan baru dianggap lebih besar fingsinya oleh sebagian besar anggota masyarakat, maka kebudayaan lama akan ditinggalkan atau lebur menjadi satu dengan kebudayaan baru.
Oqburn dan Nimkoff menyebut penemuan baru sebagai social invention : yaitu penciptaan pengelompokan dari individu-individu yang baru, atau penciptaan adat istiadat yang baru, maupun suatu perikelakuan social yang baru.
Yang terpenting adalah akibat terhadapa lembaga-lembaga kemasyrakatan, yang kemudian berpengaruh pada bidang-bidang kehidupan lainnya.


b.      Perubahan jumlah penduduk
Perubahan jumlah penduduk juga meupakan penyebab terjadinya perubahan social seperti pertambahan atau berkurangnya penduduk pada suatu daerah tertentu. Ditinjau dari sudut pertambahan penduduk misalnya transmigrasi, jika berjalan secara ideal dengan memperhatikan aspek-aspek social ekonomi, politik, budaya, dan keamanan, mungkin akan terjadi perubahan yang positif. Artinya dengan adanya pendatang baru yang terampil dan siap bekerja ditempat yang baru, maka besar kemungkinan justru tidak hanya sekedar mengutungkan bagi pihak tramsmigran belaka, konflik budaya, mores, dan ideology selalu menghasilkan ketidak sesuaian dan juga keresahan social, dan memudahkan terjadinya perubahan social,
c.       Pertentangan atau konflik
Petentangan atara angota-agota masyarakat dapat terjadi karena perubahan masyarakat yang pesat, sebagaimana dijelaskan oleh Roucek dan Warren.
Pada saat masyarakat dalam keadaan konflik, dapat timbul kekecewaan dan keresahan social, maka pada saat itu pula individu-individu pada umumnya sangat mudah terpengaruh pada hal-hal yang baru. Contoh konkret, tentang pengangguran sebagai akibat dari kurang tersedianya lapangan kerja, disamping karena rendahnya mutu pendidikan pada saat demikian para penganggur resah dan kecewa, padahal proses kehidupan tetap menuntut keras agar mereka dapat hidup dengan wajar.

1 komentar: